TANA PASER – Dinas Bina Marga Pengairan dan Tata Ruang (DBMPTR)
akan segera mengintruksikan kontraktor pelaksana untuk menangani tergerusnya
boxculved di atas jembatan Tiwei yang mengakibatkan robohnya jembatan yang ada
di atas sungai Nayan.
Kepala DBMPTR Paser Bachtiar Effendi,
MT mengatakan kalau poros yang runtuh jembatannya tersebut masih tanggung jawab
kontraktor pelaksana, dan dalam waktu dekat akan dibenahi agar azas fungsional
jalan bisa kembali normal. Dan untuk hal tersebut, pihaknya bersama kontraktor
pelaksana telah meninjau langsung kondisi yang ada.
“Penanganan ruas Long Gelang – Kepala
Telake, masih menjadi tanggung jawab kontraktor dan dalam waktu dekat boxculved
yang ada di Tiwei segera ditangani. Paling lambat habis lebaran akan
dikerjakan,”ujar Bachtiar, belum lama ini (2/8).
Selain itu Bachtiar menegaskan tidak
ada penambahan anggaran, karena anggaran tahun jamak proyek tersebut belum
sepenuhnya terserap.
Seperti pernah diberitakan, dari
hasil kunjungan kerjanya, Komisi II DPRD Paser meminta agar Dinas Bina Marga
Pengairan dan Tata Ruang (DBMPT) Paser segera menyikapi robohnya Jembatan Tiwei
yang ada di atas Sungai Nayan. Pasalnya, hampir empat pekan sudah tidak dapat
digunakan lagi oleh masyarakat lima desa.
Karena ruas ini merupakan
Satu-satunya jalur atau akses alternatif masyarakat lima desa ini dengan
melalui sungai Nayan saat dalam kondisi surut. Saat air Sungai Nangan pasang,
otomatis mobilitas ekonomi masyarkat desa Belimbing, Pinang Jatus, Perkuin,
Muara Lambakan dan Kepala Telake terhenti. Setidaknya ada empat sungai (Sungai
Penyembuh, Nangan, Takai dan Puyan) yang ada di sepanjang proyek multiyears
yang dikerjakan sejak 2011 lalu. (Sus)

