Berita Terkini :

qaz

qaz

Berlangganan Berita melalui Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Powered by Blogger.

Arsip Blog

Home » , » Kepala Desa Perempuan Pertama di Paser, Pekerja Keras dan Cerdas

Kepala Desa Perempuan Pertama di Paser, Pekerja Keras dan Cerdas

Written By Unknown on Wednesday, 19 June 2013 | 10:07

Mungkin Kami, Anda masih  ada yang belum tahu siapa Kepala Desa Perempuan Pertama di Kabupaten Paser yang kita cinta ini, di pagi yang cerah ini lacak paser online ingin mengajak sedikit  lebih kenal sosok itu.

Mengingat Sejarah Desa Muara Paser adalah identik dengan kehidupan Nelayan, dibalik sejarah desa itu ada seorang perempuan yang pekerja keras, cerdas dalam dunia niaga saat itu beliau yang terhormat adalah Hj Andi Aisyah atau lebih di kenal dengan sebutan Nenek Godang (gudang), kita semua sebagai masyarakat Paser patut bangga karena beliau pernah ada di Paser tercinta ini, dengan kecerdasan beliau dalam berniaga tidak mengherankan jika nenek godang berlimpah harta benda, memiliki rumah seluas lapangan bola. Lebar rumah 50 meter, ke belakang 100 meter. Bagian depan untuk rumah tinggal, di belakang menjadi hunian ratusan pekerja, selain tempat tinggal rumah tersebut juga sebagai tempat penyimpanan harta kekayaan Nenek Godang. Perhiasan seperti emas bukan hitungan gram atau ons, melainkan ratusan kilogram, Saya dilahirkan di rumah itu, bagian depan rangka atapnya 10 kali sambung, ke belakang 25 kali sambung, perhiasan emas nenek saya mencapai setengah ton, bukan hitungan ons lagi,” kata Rasidi.
 Jika berat perhiasan emasnya sebanyak itu, maka jangan ditanya tumpukan beras yang disimpan disana. Oleh karena itulah Hj Andi Aisyah terkenal dengan nama Nenek Godang (gudang), memiliki harta segudang.
Nenek Godang hidup di masa zaman penjajahan Belanda sekitar tahun 1903. Selain dikenal sebagai perempuan saudagar di kalangan masyarakat Paser, dia juga menjabat sebagai pembakal (Kepala Desa-red) di desa Muara Paser. Nenek Godang merupakan perempuan pertama di Paser yang menjadi kades.
Sebagai bukti sejarah saat ini terdapat rumah yang paling besar di Desa Muara Paser yang sekarang sudah runtuh, tapi masih ada bekasnya, yakni tongkat-tongkat kayu ulin yang dulu menjadi tiang penyangga rumah. Salam Hormat (redaksi-lacak paser online)
Bagikan Berita ini :
Comments
0 Komentar

Isi Email Anda untuk berlangganan Berita Terkini:

IPnoid

Like Dong

Ĭ
Copyright © 2013. Lacak Paser Online : Mengawal Aspirasi Publik - All Rights Reserved
Edited Design by saduranga.net to Majalah Lacak