Kepala Desa Perempuan Pertama di Paser, Pekerja Keras dan Cerdas
Mungkin Kami, Anda masih ada yang belum tahu siapa Kepala Desa Perempuan
Pertama di Kabupaten Paser yang kita cinta ini, di pagi yang cerah ini lacak
paser online ingin mengajak sedikit lebih kenal sosok itu.
Mengingat
Sejarah Desa Muara Paser adalah identik dengan kehidupan Nelayan, dibalik sejarah
desa itu ada seorang perempuan yang pekerja keras, cerdas dalam dunia niaga
saat itu beliau yang terhormat adalah Hj Andi Aisyah atau lebih di kenal dengan
sebutan Nenek Godang (gudang), kita semua sebagai masyarakat Paser patut bangga
karena beliau pernah ada di Paser tercinta ini, dengan kecerdasan beliau dalam
berniaga tidak mengherankan jika nenek godang berlimpah harta benda, memiliki
rumah seluas lapangan bola. Lebar rumah 50 meter, ke belakang 100 meter. Bagian
depan untuk rumah tinggal, di belakang menjadi hunian ratusan pekerja, selain
tempat tinggal rumah tersebut juga sebagai tempat penyimpanan harta kekayaan
Nenek Godang. Perhiasan seperti emas bukan hitungan gram atau ons, melainkan
ratusan kilogram, Saya dilahirkan di rumah itu, bagian depan rangka atapnya 10
kali sambung, ke belakang 25 kali sambung, perhiasan emas nenek saya mencapai
setengah ton, bukan hitungan ons lagi,” kata Rasidi.
Jika berat perhiasan emasnya sebanyak itu,
maka jangan ditanya tumpukan beras yang disimpan disana. Oleh karena itulah Hj
Andi Aisyah terkenal dengan nama Nenek Godang (gudang), memiliki harta
segudang.
Nenek Godang
hidup di masa zaman penjajahan Belanda sekitar tahun 1903. Selain dikenal
sebagai perempuan saudagar di kalangan masyarakat Paser, dia juga menjabat
sebagai pembakal (Kepala Desa-red) di desa Muara Paser. Nenek Godang merupakan
perempuan pertama di Paser yang menjadi kades.
Sebagai bukti
sejarah saat ini terdapat rumah yang paling besar di Desa Muara Paser yang sekarang
sudah runtuh, tapi masih ada bekasnya, yakni tongkat-tongkat kayu ulin yang
dulu menjadi tiang penyangga rumah. Salam Hormat (redaksi-lacak paser online)