Berita Terkini :

qaz

qaz

Berlangganan Berita melalui Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Powered by Blogger.

Arsip Blog

Home » , » Lagi Dua Bocah Tewas Tenggelam Di Sungai Kandilo

Lagi Dua Bocah Tewas Tenggelam Di Sungai Kandilo

Written By Unknown on Friday, 26 July 2013 | 17:51

        TANA PASER – Sungai Kandilo kembali meminta korban, kali ini korban sungai yang menjadi ikon ibukota Kabupaten Paser ini dua bocah, Andik Hariyadi, (14) dan Akmal Imam Zikri, (11). Keduanya tercatat sebagai warga Jalan Anden Oko Gang Candra Tana Paser. Setelah melakukan pencarian selama 19 jam, akhirnya tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser, Polres, TNI dan tim SAR gabungan kabupaten Paser dibantu warga berhasil mengevakuasi jasad kedua bocah ini dari sungai. 

Kejadian berawal dari ingin ikut mandi bersama teman-temannya Andika yang tak bisa berenang terjun pertama kali dan langsung terbawa arus. Melihat temannya mulai tenggelam, Akmal yang jago berenang berusaha menolong. Nahas, tubuh kecilnya tak bisa berbuat banyak. Air sungai ikut menariknya ke dalam pusaran hingga bocah kelas 5 SD itu tak lagi muncul ke permukaan. 

Setelah hilang selama lebih dari 15 jam, jasad Andik berhasil ditemukan pertama kali di lokasi 50 meter pelabuhan bongkar muat Desa Senaken sekitar pukul 03.45 Kamis (25/7) dinihari. Berselang 19 jam kemudian, pencarian tim SAR kembali membuahkan hasil setelah berhasil mengevakuasi jasad Akmal yang mengapung di titik 2 kilometer hilir Sungai Kandilo, Desa Rantau Panjang.

Minimnya peralatan, tingkat kekeruhan air serta derasnya arus menjadi kendala utama proses pencarian. Kepala BPBD Paser Sudiyanto mengatakan, pandangan dalam air nol persen karena sangat keruh. Karena kekurangan peralatan memadahi tersebut, pihaknya terpaksa menggunakan cara manual dengan memakai batang duri rotan untuk melakukan penyisiran.

 “Terpaksa kami memakai cara manual dengan memanfaatkan batang duri rotan untuk melakukan penyisiran. Selain itu, kami juga masih kekurangan peralatan memadahi, karena hanya satu perahu yang kita gunakan, itupun bantuan dari swasta. Perahu karet yang ada tidak dapat dipergunakan karena kondisinya sudah uzur dan bocor,” ujar Sudiyanto, Jumat (25/7)

 Kejadian ini merupakan kasus yang kesekian kalinya di Sungai Kandilo yang terkenal memiliki arus deras dan sungai terbesar di kabupaten Paser. (San)
Bagikan Berita ini :
Comments
0 Komentar

Isi Email Anda untuk berlangganan Berita Terkini:

IPnoid

Like Dong

Ĭ
Copyright © 2013. Lacak Paser Online : Mengawal Aspirasi Publik - All Rights Reserved
Edited Design by saduranga.net to Majalah Lacak