Kondisi bagian depan mobil rusak parah begitu juga dengan toko warga yang ditabrak, barang-barang yang ada di bengkel dan karena kejadian ini satu pengendara sepeda motor meninggal dunia dan satunya mengalami luka berat dan kritis. Setelah mengetahui adanya korban jiwa, sopir kendaraan bernomor polisi KT 1358 EB yang belakangan diketahui sebagai mobil rental ini langsung melarikan diri.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, kecelakaan itu berawal saat mobil melaju dengan
kecepatan tinggi dari Kilometer 4 Kusuma Bangsa menuju Tana Paser. Sebelum menghantam sepeda motor dari arah berlawanan, mobil terlihat oleng karena menyenggol pengendara sepeda motor yang ada di sampingnya. Diduga, sopir tidak bisa mengendalikan kendaraannya setelah berusaha melarikan diri setelah menyenggol kendaraan yang ada disampingnya.
Namun naas dihadapannya ada sebuah kendaraan lainnya, sehingga sang Sopir berusaha membanting kendaraannya kearah berlawanan, sementara itu dari arah berlawanan muncul sepeda motor dengan kecepatan sedang langsung menyambut mobil avansa rentalan berwarna hitam tersebut.
“Setelah menabrak pengendara motor, mobil itu langsung menghantam bengkel milik anak ibu Umaiyah. Salah seorang Pengedara sepeda motor sempat terpental sekitar 5 meter, sedangkan satu lagi wajahnya berlumuran darah. Kejadiannya cepat mas,” ujar Dardi di lokasi, Jumat (7/6).Menurut Dardi ia sempat meminta sopir untuk membantunya mengevakuasi korban yang tergeletak di jalan raya, namun sejurus kemudian ia melihat sopir melarikan diri dengan meninggalkan mobilnya begitu saja. Pria berperawakan sedang ini memilih untuk menolong korban ketimbang mengejar sopir avansa hitam tersebut. Sedang korban yang satu lagi tergeletak tidak jauh dari bengkel.
“Saya mau kejar tapi saya keburu menolong pengendara kendaraan yang tergelatak bersimbah darah dibagian muka. Kalau dilihat dari penampilannya sopir itu ,masih muda berusia sekitar 20-an tahun mengenakan baju kotak-kotak kombinasi warga biru dan kuning,” ungkap Dardi.
Sementara itu pemilik Bengkel Amsiyah mengaku beberapa menit sebelum kejadian ia bersama dua orang cucunya sedang menonton acara televisi. Tiba-tiba saja ada suara keras yang menghantam dinding bengkel anaknya, beruntung ia dan cucunya selamat dari maut. Padahal posisinya hanya beberapa meter saja dari lokasi tabrakan. (San)

.jpg)

