Berita Terkini :

qaz

qaz

Berlangganan Berita melalui Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Powered by Blogger.

Arsip Blog

Home » , » COVER STORY EDISI : 21

COVER STORY EDISI : 21

Written By Unknown on Sunday, 28 July 2013 | 15:05

Letkol Inf HM. Nasrullah Nasution
Sosok Tentara Religius Yang Rendah Hati
 
 Berangkat dan dibesarkan dari lingkungan yang relegius, sosok Letkol Inf H. Muhammad Nasrullah Nasution yang lahir di Purba Baru, Mandailing Nata, 28 Mei 1971 lalu ini tetap bersahaja, rendah hati, dan tidak ingin menonjolkan diri meski perjalanan karir militernya boleh dikatakan cukup cemerlang.

 Diusia yang sudah memasuki usia 42 tahun, Komandan Kodim 0904/TNG ini, masih terlihat gagah dan sigap, dibalik sosok yang tegas dank eras ternyata putra pasangan Abdul Mustafa dan Zahara Hanum ini adalah sosok yang hangat dan ramah.

 Sebelum menjadi seorang orang nomor satu di Kodim 0904/TNG, bapak dua putra ini mengawali karier di Satuan Brigade Infanteri I/Jaya Sakti pada 1995. Selama 10 tahun di Brigif I, lalu tahun 2005 karena kecakapannya Nasrullah Nasution ditugaskan ke Aceh tahun 2005-2008 sebagai Wadan Intel dan sempat merasakan menjadi Danyon 614 Rajapandita di perbatasan. Sebelum mendapat amanah menjadi komandan Kodim 0904/TNG.


 “Sebenarnya tak ada yang istimewa dalam perjalanan karier saya. Biasa-biasa saja, sebagai TNI Kita menjalani sesuai dengan tugas dan penuh tangggung jawab. Karena tentara adalah rakyat jadi sudah seharusnya menjadi pembela rakyat. Sepanjang apa yang diperjuangkan rakyat itu benar,”ujar pria yang telah berkarir 17 tahun di TNI ini merendah.

 Dibesarkan dilingkungan yang relegius, mengapa memilih jalur TNI untuk mengabdi kepada Negara, ayah dari Abi Ja’ar Nasution dan Gafi Nasution ini membeberkan kalau awal niatan untuk menjadi TNI muncul saat melihat Pasukan pengaman para pejabat Orde Baru yang saat mudanya sering datang bersilaturahmi di Kakeknya Buyutnya, pendiri Pesantren Musthafawiyah Purba Baru di Kabupaten Mandailing Nata.


Akhirnya terbesit keinginan untuk menjadi seorang tentara, dan niatan itu kemudian diutarakan kepada kakek buyutnya, yang juga dikenal sebagai Pahlawan revolusi, Jenderal AH Nasution. Namun ia malah diarahkan untuk belajar dipesantren dan menjadi santri di ponpes milik keluarga besarnya, yang kini usianya sudah mencapai 100 tahun lebih. “Waktu saya mengutarakan niat ke almarhum, tapi belia malah menyuruh saya untuk belajar di pesantren,” kenang Dandim sembari tersenyum.

 Disinggung mengenai kesan-kesannya dalan bertugas disetiap daerah selama di TNI, Suami Mega Fitrisia ini mengatakan kalau sebagai anggota TNI ia harus siap membela bangsa dan Negara. termasuk bertugas dimanapun harus dinikmati. Dan berdasarkan pengalamannya selama ini, di tiga pulau berbeda ia menilai setiap daerah memiliki karakter unik yang tidak bisa disamakan antara satu dengan lainnya. Jadi Indonesia dinilainya benar-benar Bhenika Tunggal Ika, yang tidak dimiliki oleh Negara lain.

 Ditanya apa yang akan dilakukannya setelah tibanya masa pensiun nanti, pria bungsu dari 10 bersaudara ini mengaku akan kembali ke kampung halamannya untuk menjadi santri dan mengabdikan dirinya untuk mengurus pondok pesantren yang telah diwariskan kakek buyutnya secara turun temurun. (Santo/LaCak)
Bagikan Berita ini :
Comments
0 Komentar

Isi Email Anda untuk berlangganan Berita Terkini:

IPnoid

Like Dong

Ĭ
Copyright © 2013. Lacak Paser Online : Mengawal Aspirasi Publik - All Rights Reserved
Edited Design by saduranga.net to Majalah Lacak