TANA PASER – Setidaknya 608 pelanggar terjaring dalam operasi
patuh Paser 2013 yang di gelar Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres
Paser. Operasi yang berlangsung selama sepuluh hari tersebut (4 Juli
hingga 17 Juli 2013) mencatat adanya peningkatan dalam kasus kecelakaan
lalu lintas (Laka Lantas) yang mengakibatkan korban meninggal dunia
(MD).
Kasat Lantas
Polres Paser, AKP Gede Pasek mengatakan, selama Operasi Patuh Paser
2013, pihaknya menemukan pelanggar yang didominasi oleh kendaraan roda
dua. Sedangkan Jumlah Laka Lantas yang mengakibatkan korban meninggal
dunia meningkat dari tahun sebelumnya, dari nihil menjadi dua kasus.
"Total pelanggar
selama Operasi Patuh Paser tahun 2013 berhasil menjaring ada 608
pelanggar. Sebanyak 252 sangsi tilang, 129 diberikan teguran lisan dan
227 teguran tertulis. Sedangkan untuk kasus Laka Lantas ada peningkatan
dari dua kasus pada operasi yang sama di tahun 2012 menjadi 5 kasus,"
ungkap Kasat Lantas kepada lacak Selasa (23/7).
Menurut Kasat
Lantas, meningkatnya jumlah pelanggaran lebih dikarenakan masih
kurangnya kesadaran masyarakat dalam disiplin berkendara. Dan untuk
lebih menekankan disiplin berkendaraan kepada masyarakat Paser,
khususnya bagi pengendara roda dua pihaknya akan tetap mengintensifkan
razia sebagai kegiatan rutin.
"Tidak jarang
kecelakaan yang terjadi berawal dari pelanggaran. Jadi, disiplin dalam
kendaraan itu sangat penting. Setiap kali kita mengadakan razia, selalu
mengatakan, agar pengendara melengkapi surat-surat kendaraan dan
kelengkapan kendaraannya," jelas Kasat Lantas. (San)

