TANA PASER – Orientasi
pengembangan pendidikan di Indonesia yang terlalu dominan pada pendidikan
akademik ketimbang pendidikan vokasi melahirkan ketidakseimbangan dalam
penyediaan tenaga-tenaga trampil. Berangkat dari persoalan itu maka kebijakan
Pemerintah Pusat melakukan alih orientasi kearah bagaimana lembaga pendidikan
yang ada dapat menyediakan tenaga-tenaga trampil yang siap pakai di dunia
industry. Salah satu strategi untuk mewujudkan kebijakan itu adalah dengan
diperkenalkannya satu model Perguruan Tinggi yang khusus menawarkan maksimal
jenjang Diploma 2 yang dikenal dengan nama Akademi Komunitas. Model pendidikan
ini sudah berusia hampir seabad di Austalia dengan nama Community College.
Nampaknya dalam beberapa tahun ke depan AK ini akan menjadi salah satu model
Pendidikan Tinggi yang menjadi unggulan untuk menyediakan tenaga-tenaga
trampil.
Di Indonesia, pendidikan
Akademi Komunitas dikoordinir langsung oleh Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan melalui Direktorat Pendidikan
Tinggi (Dikti). Oleh karena difasilitasi oleh Dikti, tidak semua daerah bisa
mendapakan kesempatam untuk mendirikan Akademi Komunitas (AK). Paser menjadi
salah satu dari 27 Kubapaten yang tahun ini mendapatkan kesempatan untuk
mendidikan AK, yang diberi nama AK Paser.
Sebagai langkah serius dalam menyambut baik kebijakan
Kemendikbud RI ini Pemerintah Kabupaten Paser langsung
melakukan berbagai langkah sesuai prosedur, di antaranya melakukan pelatihan
calon dosen beberapa waktu lalu.
Tak lama kemudian Paser melalui perencana dari
Bappeda yakni kepala M Fauzy, kepala bidang Pemerintahan dan Kesra Muhammad
Ali, dan Kasubid Kesra Abdul Kadir bersama Kepala SMKN 3 A Sukarmin sebagai
koordinator pengelola menghadiri koordinasi 7 dan workshop calon AK 2013 yang
berlangsung di Hotel New Saphir, DI Yogyakarta, selama tiga hari, yaitu 15-7
Juli.
Di samping itu hadir juga pihak Politeknik Negeri
Samarinda (Polnes) sebagai perguruan tinggi calon pembina, yang diwakili oleh
Dr Arkaz Viddy dan Muhammad Taufik
MT.
Direktur Direktorat Kelembagaan dan Kerjasama
Kemendikbud Prof Ahmad Jazidie memberikan jaminan bahwa alumni Akademi
Komunitas akan siap pakai, karena metode belajar selama menempuh pendidikan
Dilpoma 1 adalah perpaduan antara kuliah dan magang di dunia industri.
“AK memberikan keterampilan kepada alumninya, dimana
pembukaan jurusan disesuaikan dengan potensi daerah, bisa diikuti oleh siapa
saja, tanpa melihat umur,” terang Jazidie.
Sementara itu Muhammad Ali dan Sukarmin memberikan
kepastian bahwa AK Paser akan menerima alumni semua jurusan SMA baik IPA dan
IPS, SMK Teknik dan SMK Bisnis Manajemen. (ak)
