| HM. Nasrullah Nasution |
TANA PASER – Kegiatan Tentara Manunggal Masuk Desa
(TMMD) ternyata membawa dampak yang tidak kecil bagi pembangunan kabupaten
Paser, terutama pembangunan fasilitas publik seperti jalan dan jembatan di
daerah terpencil yang jauh dari pusat pemerintahan. Namun tidak semua aspirasi
masyarakat terakomodir karena keterbatasan anggaran yang dimiliki.
Komandan Kodim
0904/TNG Letkol Inf. HM. Nasrullah Nasution mengatakan kalau TMMD merupakan
agenda dua tahunan, yang dilaksanakan TNI AD. Dimana pelaksanaannya dilakukan
dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat yang ada disekitar lokasi kegiatan.
Seperti yang kita lakukan di desa Mendik, Kecamatan Long Kali membangun jalan
dan jembatan yang menghubungkan dua desa.
“Kegiatan TMMD
dilakukan oleh anggota tentara dengan masyarakat yang menggunakan fasilitas
yang dimiliki Kodim, sehingga dana bisa ditekan. Bisa dibayangkan kalau yang
dibangun adalah jalan dengan lebar enam meter dengan drainase dengan lebar dua
meter,”ungkap Nasrullah saat berbincang dengan lacak Sabtu (27/7).
Sebenarnya, sambung
Nasution, kami kebanjiran permohonan dari warga namun dengan berat hati
terpaksa aspirasi yang masuk ditampung kerena dana dari pemerintah untuk
menindak lanjuti belum ada.
“Meski TMMD
dilaksanakan dua tahun sekali, sebenarnya bisa dilaksanakan kegiatan yang sama
dengan pola pelaksanaan sama seperti TMMD, jadi namanya saja yang berbeda. Selain
dapat menyikapi aspirasi yang masuk, juga dapat mengatasi permasalahan
pembangunan yang sifatnya mendesak,”beber Nasution. (San)
