TANA PASER - Sebagai daerah
ini yang didiami oleh berbagai macam suku bangsa, kabupaten Paser bisa
dikatakan sebagai Indonesia mini. Untuk menjaga stabilitas daerah,
persatuan dan kesatuan diperlukan antisipasi dini dari berbagai konflik
terutama perseteruan yang berbau unsur SARA dari berbagai pihak. Hal ini
disampaikan Wakil Bupati Paser H M Mardikansyah SH MAP, saat membuka
sarasehan pemantapan deteksi dini bagi pengurus Forum Kewaspadaan Dini
Persaudaraan Masyarakat Kalimantan Timur (FKPMKT) Kabupaten dan
Kecamatan, di Pendopo belum lama ini.
“Kita harus memantau kegiatan yang ada dengan terus mengupayakan
meningkatkan peratuan dan kesatuan, sehingga stabilitas daerah kita
dapat terjaga dan tidak terganggu,”ujar Wabup.
Kemajuan dari
pembangunan dan heterogenisasi masyarakat, sambung Wabup, dapat ditinjau
dari aspek suku, agama, bahasa serta kebiasaan adat hal tersebut dapat
memicu terjadinya konflik. Perlu dilakukan pembekalan berupa deteksi
atau antisipasi sejak dini melalui sarasehan ini.
“Diperlukan upaya-upaya pemantapan deteksi sejak dini, seperti
mengoptimalkan peran forum kewaspadaan dini persaudaraan masrayakat
Kalimantan Timur terutama di Kabupaten Paser. Dengan harapan
mengantisipasi permasalahan yang timbul di lingkungan masyarakat sejak
dini,”ujar Wabup.
Sarasehan ini yang dihadiri perwakilan Forum Kewaspadaan Dini
Masyarakat (FKDM) di setiap kecamatan, Unsur Forum Komunikasi Pimpinan
Daerah (FKPD), Pimpinan SKPD terkait, Tokoh masyarakat, Tokoh agama ini
menghadirkan narasumber dari Badan Intelejen Negara Provinsi Kalimantan
Timur Letnan Kolonel INF Mat Jayus S Sos. (Sus)
Indonesia Mini Di Paser Harus di Jaga
Written By Unknown on Wednesday, 3 July 2013 | 12:34
Labels:
Kabar KPU,
Parlementaria

