TANA
PASER –Dalam rangka mempersiapkan tenaga pengajar untuk Akademi Komunitas (AK)
Paser, Pemerintah Kabupaten Paser bekerjasama dengan Politeknik Negeri
Samarinda (Polnes) melakukan pelatihan dengan nama TOT Teaching Methodology
Dosen Baru yang berlangsung di Hotel Mitra Amanah Balikpapan selama lima hari,
yaitu Sabtu (29/6) sampai Kamis (4/7).
Kepala
Bappeda Paser melalui Kepala Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat
Bappeda Muhammad Ali Hapsah mengatakan bahwa pelatihan ini dianggap strategis
dan urgen dalam rangka mempersiapkan tenaga pengajar AK Paser yang profesional.
Muhammad
Ali juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada Polnes Samarinda yang langsung
mengutus tiga pembantu direktur dalam pelaksanaan TOT ini. “Ini sesuatu yang
luar biasa dan menunjukkan keseriusan dalam bekerjasama dengan Pemerintah
Kabupaten Paser dalam mempersiapkan tenaga pengajar AK Paser,” kata Ali.
Pelatihan
ini diikuti 30 calon tenaga pengajar AK Paser dari berbagai kalangan terutama
praktisi pendidikan, baik kepala sekolah maupun guru. Ada empat kepala sekolah
yang hadir di antara peserta, yaitu Kepala SMKN 2 Tanah GrogotUjang Mulyana SP,
Kepala SMKN 3 Tanah Grogot Amin Sukarmin SSos MM, Kepala SMKN 4 Tanah Grogot
Drs Achmad Ghozali MPd, dan Kepala SMAN 1 Batu Sopang Waluyo Abu Saputro MPd.
Amin
Sukarmin sendiri hadir selain dalam kapasitas sebagai Kepala Sekolah, juga
sebagai pengelolah AK Paser yang selama ini aktif membantu Pemerintah Kabupaten
Paser dalam mewujudkan AK di Kabupaten Paser. Paser sendiri ditetapkan sebagai
salah satu daerah penerima AK Tahun 2013 dari 28 kabupaten dan kota di
Indonesia yang ditetapkan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi di Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
AK
merupakan model pendidikan tinggi yang tergolong baru di Indonesia dengan
jenjang pendidikan paling tinggi setingkat Diploma II (D-2). Di Kabupaten
Paser, AK menawarkan pendidikan D-1. Untuk tahun akademik 2013/2014, AK Paser
membuka empat jurusan yaitu Teknik Kimia Analisis, Teknik Alat Berat, Teknik
Otomotif, dan Desain Produk.
Muhammad
Ali menjelaskan bahwaAK yang di luar negeri ini disebut Community College.Model
pendidikan AK sangat fleksibel karena jurusan yang ditawarkan dapat berubah
ssesuai dengan kebutuhan pasar kerja dan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia
Industri (DUDI). “Empat jurusan yang ada sekarang tidak mutlak dibuka lagi
tahun depan, karena bisa saja ada jurusan tertentu hanya dibuka setahun
kemudian membuka jurusan lain, tergantung kebutuhan,” jelas Ali.
Wakil
Direktur II Ir Abdul Muis MT, dalam sambutannya mengharapkan materi yang
diajarkan bisa bermanfaat sebagai bekal pengetahuan dan tambahan pengalaman
bagi para calon tenaga pengajar untuk bisa diterapkan dalam proses
belajar-mengajar di AK nanti. Muis secara terbuka mengakui kekompakan Paser
dalam mempersiapkan AK Paser, yang diakuinya berbeda dengan daerah lain yang
sedang mengupayakan untuk mendapatkan AK.
(ak)

