Berita Terkini :

qaz

qaz

Berlangganan Berita melalui Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Powered by Blogger.

Arsip Blog

Home » » Warga Berjibaku Disungai Salurkan Bantuan PLTS

Warga Berjibaku Disungai Salurkan Bantuan PLTS

Written By Unknown on Thursday, 27 June 2013 | 09:59


*** Tiga Hari Harus Berjibaku untuk Penyaluran Bantuan PLTS 
 
 
LaCak Paser Online – Bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari Pemerintah Provinsi (Pemrov) Kaltim telah mulai disalurkan kedesa Muara Andeh, karena jembatan Sungai Pasiru tidak kunjung diperbaiki membuat warga harus berjibaku dan bergotong royong dalam menyalurkan bantuan 75 unit PLTS.  Hal ini disampaikan Kepala Desa Muara Andeh Julianto, kepada LaCak Paser Online, belum lama ini (25/6).

 “Karena sulitnya medan, warga secara bergotong royong membangun “jalur alternatif” di Sungai Pasiru, dengan mengisi karung-karung beras dengan pasir. Dan kami juga berterima kasih kepada dinas pertambangan provinsi yang telah membantu perbekalan konsumsi selama warga membantu penyaluran,”ujar Julianto.

Selain itu Julianto menyayangkan kesepakatan yang telah dituangkan dalam berita acara dengan Dina Bina Marga Pengairan dan Tata Ruang (DBMPT) hingga saat ini tidak kunjung terealisasi. Dimana salah satu poin di berita acara yang dibuat menyebukan kalau DBMPT akan membuatkan akses penghubung sementara dilokasi, agar masyarakat desa dapat melakukan aktifitas dan mobilitas seperti sedianya. 

“Dalam berita acara itu, DBMPT juga berjanji akan membuat jembatan pengganti dengan triple box dengan panjang 12 meter dengan ketinggian 4 meter menyerupai jembatan, dengan perkiraan pelaksaan 4 minggu. Namun hingga saat ini tidak ada realisasinya, dan ini telah membuat kecewa kami,”beber Julianto.

 Untuk diketahui, hingga saat ini 600 jiwa warga yang tinggal di desa Muara Andeh, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser terisolasi sejak satu bulan yang lalu, karena satu-satunya akses jembatan eks perusahaan tambang yang menghubungkan desa Muara Andeh dengan desa Kerang Dayo roboh karena lapuk dimakan usia. 

Dan secara tidak langsung telah mematikan mobilitas warga dan otomatis menghambat kegiatan perekonomian warga. Jembatan yang roboh ini memiliki ukuran lebar 6 meter dengan panjang 16 meter, dan merupakan satu-satunya akses Muara Andeh. (sus)
Bagikan Berita ini :
Comments
0 Komentar

Isi Email Anda untuk berlangganan Berita Terkini:

IPnoid

Like Dong

Ĭ
Copyright © 2013. Lacak Paser Online : Mengawal Aspirasi Publik - All Rights Reserved
Edited Design by saduranga.net to Majalah Lacak