*** Tiga Hari Harus Berjibaku untuk Penyaluran Bantuan PLTS
LaCak Paser Online – Bantuan Pembangkit
Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari Pemerintah Provinsi (Pemrov) Kaltim telah
mulai disalurkan kedesa Muara Andeh, karena jembatan Sungai Pasiru tidak
kunjung diperbaiki membuat warga harus berjibaku dan bergotong royong dalam
menyalurkan bantuan 75 unit PLTS. Hal ini
disampaikan Kepala Desa Muara Andeh Julianto, kepada LaCak Paser Online, belum lama ini (25/6).
“Karena
sulitnya medan, warga secara bergotong royong membangun “jalur alternatif” di Sungai
Pasiru, dengan mengisi karung-karung beras dengan pasir. Dan kami juga
berterima kasih kepada dinas pertambangan provinsi yang telah membantu perbekalan
konsumsi selama warga membantu penyaluran,”ujar Julianto.
Selain itu Julianto menyayangkan kesepakatan yang telah dituangkan dalam berita acara dengan Dina
Bina Marga Pengairan dan Tata Ruang (DBMPT) hingga saat ini tidak kunjung
terealisasi. Dimana salah satu poin di berita acara yang dibuat menyebukan
kalau DBMPT akan membuatkan akses penghubung sementara dilokasi, agar
masyarakat desa dapat melakukan aktifitas dan mobilitas seperti sedianya.
“Dalam berita acara itu, DBMPT juga berjanji akan membuat
jembatan pengganti dengan triple box dengan panjang 12 meter dengan ketinggian
4 meter menyerupai jembatan, dengan perkiraan pelaksaan 4 minggu. Namun hingga
saat ini tidak ada realisasinya, dan ini telah membuat kecewa kami,”beber
Julianto.
Untuk
diketahui, hingga saat ini 600 jiwa warga yang tinggal di desa Muara Andeh,
Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser terisolasi sejak satu bulan yang lalu,
karena satu-satunya akses jembatan eks perusahaan tambang yang menghubungkan
desa Muara Andeh dengan desa Kerang Dayo roboh karena lapuk dimakan usia.
Dan secara tidak langsung telah mematikan
mobilitas warga dan otomatis menghambat kegiatan perekonomian warga. Jembatan
yang roboh ini memiliki ukuran lebar 6 meter dengan panjang 16 meter, dan
merupakan satu-satunya akses Muara Andeh. (sus)

