Berita Terkini :

qaz

qaz

Berlangganan Berita melalui Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Powered by Blogger.

Arsip Blog

Home » , » DBMPT Belum Sentuh Jembatan Pasiru

DBMPT Belum Sentuh Jembatan Pasiru

Written By Unknown on Thursday, 6 June 2013 | 15:06

*** Warga Muara Andeh Masih Terisolasi, Julianto Berharap DBMPT Segera Bergerak

TANA PASER – Jembatan sungai Pasiru, di Desa Muara Andeh, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser yang ambruk sejak enam hari lalu, belum mendapat sentuhan dari dinas/instansi terkait. Padahal  jembatan tersebut merupakan satu satunya penghubung  Desa Muara Andeh dengan Desa Kerang Dayo.

 Kades Muara Andeh, Julianto berharap dinas terkait dalam hal ini Dinas Bina Marga, Pengairan dan Tata Ruang (DBMPT) kabupaten Paser dapat segera membenahi jembatan Sungai Pasiru, setidaknya membuat jalur alternatif agar masyarakat bisa melakukan mobilitas. Karena dalam pertemuan dengan Bupati Paser belum lama ini, DBMPT berjanji akan segera menangani kondisi ini.

“Belum ada perubahan mas, DBMPT belum turun kelapangan bekerja. Padahal Pak Bupati sudah mengarahkan agar segera disikapi sesuai dengan berita acara yang dibuat dan ditanda tangani bersama antara Konsultan dan Kabid Bina Marga, Kamis (23/5) lalu,”ujar Julianto saat berbincang dengan Majalah Lacak Sabtu (26/5).

Lebih jauh Julianto membeberkan karena belum ada tanda-tanda dikerjakan, untuk sementara ini warga terpaksa harus berupaya keras menyusuri sungai dan menggotong kendaraan roda duanya untuk menyeberang ke desa tetangga, karena tebing yang ada cukup tinggi dan agak curam.

 “Kami berharap, kesepakatan yang telah dituangkan dalam berita acara dapat segera direalisasikan. Dimana salah satu kesepkatannya, DBMPT akan membuatkan akses penghubung sementara dilokasi, agar masyarakat desa dapat melakukan aktifitas dan mobilitas seperti sedianya. Disamping itu, DBMPT berjanji akan membuat jembatan pengganti dengan triple box dengan panjang 12 meter dengan ketinggian 4 meter menyerupai jembatan, dengan perkiraan pelaksaan 4 minggu,”ujar Julianto seraya menunjukkan berita acara yang ditanda tanganinya bersama dengan Kabid Bina Marga dan Konsultan DBMPT Paser.

 Seperti diketahui, Jembatan Pasiru dibangun oleh perusahaan batu bara pada 1994 dengan ukuran lebar 6 meter dengan panjang 18 meter ini runtuh diduga karena lapuk termakan usia. Rutuhnya satu-satunya akses Warga Muara Andeh ini mengakibatkan 600 warga Desa Muara Andeh terisolasi. Selain terisolasi, desa Muara Andeh terancam tidak dapat menyerap anggaran pembangunan desa yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD). (San)
Bagikan Berita ini :
Comments
0 Komentar

Isi Email Anda untuk berlangganan Berita Terkini:

IPnoid

Like Dong

Ĭ
Copyright © 2013. Lacak Paser Online : Mengawal Aspirasi Publik - All Rights Reserved
Edited Design by saduranga.net to Majalah Lacak