Berita Terkini :

qaz

qaz

Berlangganan Berita melalui Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Powered by Blogger.

Arsip Blog

Home » » Kisah Jalan Poros dan Jembatan Desa Di Paser

Kisah Jalan Poros dan Jembatan Desa Di Paser

Written By Unknown on Saturday, 8 June 2013 | 12:57

Puluhan program yang pro rakyat digelontorkan Pemkab Paser dalam mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur yang ada, dan ratusan miliar telah dikucurkan untuk menunjang program Paser Bangkit 213. Namun dibalik pesatnya pembangunan di Kabupaten Paser untuk Bangkit di tahun 2013, dan “keterbatasan” anggaran pembangunan yang ada, ternyata masih ada saja jalan poros desa dan jembatan yang termakan usia di sejumlah desa, seperti kondisi ruas jalan desa Sungai Tuak, Desa Bekoso – Long Pinang dan jembatan Pasiru, Muara Andeh serta jembatan Gunung Muiang, Muara Lambakan.

Belum lagi jalan poros lima desa seperti Lomu, Segendang, Keladen, Selengot dan Random, meski telah dikucurkan dana puluhan miliar, tapi menunjukkan hasil yang signifikan. Malah warga lima desa tersebut mengambil jalan memutar melalui ruas jalan provinsi tetangga yang jarak tempuhnya bertambah belasan kilo, hanya demi menghindari “ranjau darat” yang setiap saat bisa menenggelamkan kendaraan dalam kubangan.

Bahkan ada desa yang terancam tidak dapat menyerap anggaran ADD (Alokasi Dana Desa), karena terisolasi akibat ambruknya jembatan penghubung satu-satunya akses menuju dunia luar. Dan yang lebih ekstrim adalah adanya keinginan untuk memboikot Pemilihan Umum (Pemilu) dengan cara tidak menyalurkan hak suaranya pada Pemilu Legeslatif (Pileg) alias Golput. Hanya karena pemerintah dan wakilnya yang duduk dilembaga dewan tidak dapat berbuat banyak untuk menjawab aspirasinya.

Inilah potret nyata dilapangan yang kerap menjadi aspirasi yang terkadang tak kunjung teralisasi karena keterbatasan anggaran. Belum lagi keluhan mengenai rendahnya kualitas pekerjaan proyek, seakan telah menjadi perbincangan hangat disetiap warung kopi yang ada di daerah pedesaan.

Orang nomor satu di kabupaten Paser, bukan tidak mendengar keluh kesah rakyatnya. Dan sempat melemparkan statmen keras bernada ancaman untuk memutus Kontrak rekanan yang tidak bekerja dengan serius dalam melakukan progress dilapangan terutama pembangunan jalan poros desa yang ditarget tuntas pertengahan tahun 2013, namun nyatanya tidak berdampak signifikan terhadap rekanan.

Dan pada akhirnya masyarakat hanya bisa berharap pemerintah daerah dapat lebih peka lagi terhadap keluhan yang disuarakan oleh wong cilik dengan segala kepolosan dan bicara apa adanya…….semoga…….(Redaksi)
Bagikan Berita ini :
Comments
1 Komentar

Isi Email Anda untuk berlangganan Berita Terkini:

IPnoid

Like Dong

Ĭ
Copyright © 2013. Lacak Paser Online : Mengawal Aspirasi Publik - All Rights Reserved
Edited Design by saduranga.net to Majalah Lacak