*** Untuk Redam Beban Masyarkat Pesisir
TANA PASER – Keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) atau Solar Package Dealer For Nelayan (SPDFN), sangat didambakan oleh masyarakat pesisir kabupaten Paser yang sebagian besar menggantungkan hidupnya dengan menangkap ikan. Dan untuk warga juga meminta kepada Dinas Perikanan dan Kelautan Paser untuk segera dapat membangun SPBN atau SPDFN.
H. Jidehan selaku warga desa pesisir mengatakan, SPBN dan SPDFN sangat diperlukan untuk membantu nelayan yang membutuhkan penghidupan dari hasil melaut. Karena selama ini nelayan hanya mengandalkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi yang kuotanya terbatas, dan terkadang tidak jarang harus menggunakan solar industri yang dijual dengan harga selangit jika pasokannya langka.
“Sebenarnya sudah sejak lama harapan adanya SPBN maupun SPDFN di daerah pesisir, namun hingga saat ini harapan tersebut tinggal harapan. Karena harapan kita sepertinya dianggap angin lalu saja, dan kondisi yang terjadi saat ini kalau BBM jenis solar langka otomatis kami tidak melaut,”ujar pria yang akrab dipanggil H. Dehan ini, Senin (3/5)
Nelayan yang ada dikabupaten Paser, lanjut Dehan sangat berharap mendapat kemudahan menikmati BBM bersubsidi jenis Solar agar perekonomian masyarakat pesisir benar-benar dapat bergairah. Karena diakui atau tidak sebagian besar nelayan yang ada didaerah pesisir hidup dalam kesederhanaan dan keterbatasan.
Seperti diketahui, Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar beberapa waktu lalu, tidak hanya dirasakan pengusaha angkutan dan para supir truk. Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), juga merasakan sulitnya mendapatkan solar. Termasuk nelayan di daerah pesisir seperti Muara Telake, Labuang Kallo dan Selengot serta sejumlah daerah pesisir lainnya, ikut resah. Sebab alat kerja yang mereka gunakan dalam bekerja membutuhkan bahan bakar jenis solar. Tidak adanya SPBN di daerah pesisir, menjadi permasalahan tersendiri bagi nelayan di Paser. (San)
Nelayan Paser Dambakan Adanya SPBN
Written By Unknown on Friday, 7 June 2013 | 12:12
Labels:
Hot News,
Kabar Taka

