*** Dinilai Sudah Meresahkan dan Membahayakan Pengguna JalanTANA PASER – Wakil Ketua DPRD Paser Hj. Ridhawati Suryana RS menyesalkan Instansi terkait tidak mampu mengamankan Aksi balap liar yang dilakukan oleh sekelompok pemuda yang sengaja datang dari sejumlah kecamatan di jalur ganda kilometer 5 Tepian Batang pada hari-hari tertentu telah meresahkan para pengguna jalan.
Wakil Ketua DPRD Paser yang akrab disapa ibu Ridha ini, mengatakan instansi terkait seperti Kepolisian, dan Dinas Perhubungan seharusnya bisa lebih aktif dalam mengantisipasi balap liar yang semakin marak di jalur ganda kilometer 5 yang saat ini sudah sangat meresahkan dan cenderung membahayakan pengguna jalan yang melintas diruas tersebut.“Saya kira kepolisian dan dinas terkait sudah tau, kalau aksi balap liar ini sudah ada “jadwal”nya di
setiap minggunya. Baru-baru ini saya melihat langsung aksi balap liar ini, dan saya khawatir jika ini tidak segera dilakukan antisipasi penertiban, aksi balap liar ini semakin menjadi-jadi,”beber Ridha saat berbincang dengan LaCak online dikediamannya Minggu (16/6).
Dalam beberapa minggu terakhir ini ia sengaja mengamati secara langsung aksi balap liar yang dilakukan di jalur ganda Km 5 pada setiap malam jumat dan malam minggu. Dan ia prihatin, karena sampai sejauh ini belum ada tindakan nyata yang berkelanjutan untuk menertibkan pelaku balap liar ini, kalau pun ada hanya bersifat insidentil.
“Kalau dibiarkan, bukan tidak mungkin akan ada aksi yang lebih ekstrim lagi dari pelaku balap liar. Seperti belum lama ini yang terjadi, sambung Ridha seorang pengendara yang belakangan diketahui seorang guru tersungkur di aspal setelah tersenggol para pelaku balap liar, dan ironisnya korban ditinggal begitu saja,”terang Ridha.
Jika memang Pemkab Paser dan instansi terkait tidak segera mengambil tindakan, lanjut Ridha dalam waktu dekat ia akan mengambil inisiatif untuk melakukan “pencegahan” terhadap aksi ini. Karena sudah banyak korban yang jatuh akibat aksi ugal-ugalan ini, dan harus dihentikan segera. (Sus)
