Berita Terkini :

qaz

qaz

Berlangganan Berita melalui Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Powered by Blogger.

Arsip Blog

Home » » Diguyur Hujan 3 Jam, Perum Jone Terendam

Diguyur Hujan 3 Jam, Perum Jone Terendam

Written By Unknown on Wednesday, 5 June 2013 | 23:45


Cuaca Ekstrem disertai dengan tingginya intensitas hujan yang terjadi di Tana Paser, Paser dalam beberapa waktu terkahir selain merendam ratusan hektar sawah disejumlah kecamatan, komplek perumahan BTN Jone yang dihuni oleh sejumlah pejabat public juga mendapat jatah terendam, setelah diguyur hujan tidak kurang 3 jam. Meski dinilai hujan yang turun tidak terlalu lama namun cukup mengkhawatirkan, seperti yang terjadi pada Minggu malam (10/3) lalu.

Salah seorang warga perumahan BTN Jone, Rusdiansyah mengaku kejadian air merendam rumah sudah menjadi sejak lama menjadi keluhan, dan telah beberapa kali dilaporkan kepada dinas/instansi terkait namun belum ada penanganan yang serius, buktinya setiap hujan turun sejumlah rumah dikawasan perumahan terendam air.

“Hujan turun, rumah kebanjiran sudah jadi pemandangan klasik di sini (Perum Jone,red) mas. Dan kita cuma bisa mengeluh, soalnya beberapa kali kita suarakan untuk normalisasi drainase yang ada tidak ada tanggapan serius,”ujarnya saat berbincang dengan LaCak.

Karena kejadian banjir minggu malam dan baru surut pada senin sore ini membuat, pria yang memiliki usaha percetakan ini terpaksa memindahkan sejumlah peralatan kerjanya agar tidak terendam air. Buruknya sistem pembuangan atau saluran drainase yang ada, sambung pria yang akrab dipanggil Rusdi ini, diduga menjadi sebab utama terjadinya banjir.

Berdasarkan pantauan Majalah ini, sebagian besar posisi rumah yang ada di Perum Jone ini lebih rendah dari badan. Selain itu sejumlah drainase yang ada di perumahan elit di Tana Paser ini, telah terjadi pendangkalan sehingga kalau hujan turun air langsung meluber ke rumah dan jalan lingkungan yang ada di perumahan. Namun entah mengapa normalisasi drainase yang ada di perumahan tersebut tidak kunjung diprogramkan oleh dinas/instasi terkait.

Selain saluran drainase yang jelek, adanya perubahan fungsi kawasan resapan air menjadi pemukiman di sekitar komplek perumahan yang tidak disertai dengan pelebaran dan normalisasi saluran pembuangan menjadi factor utama terjadinya banjir musiman saat hujan deras turun. (Madi/Yar/Santo)
Bagikan Berita ini :
Comments
0 Komentar

Isi Email Anda untuk berlangganan Berita Terkini:

IPnoid

Like Dong

Ĭ
Copyright © 2013. Lacak Paser Online : Mengawal Aspirasi Publik - All Rights Reserved
Edited Design by saduranga.net to Majalah Lacak